Senin, 24 Januari 2011

PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO



I PENDAHULUAN
Kakao merupakan komoditi andalan nasional serta berperan penting dalam perekonomian, lapangan kerja, sumber pendapatan serta sumber devisa Negara.
Dalam pelaksanaan budidaya tanaman kakao supaya berproduksi secara maksimal, selain dari syarat-syarat tumbuhnya terpenuhi ada beberapa factor yang harus di perhatikan, seperti bahan tanaman yaitu bibit unggul, penanaman serta jarak tanam yang tepat, penanaman pohon pelindung, pemupukan, pengendalian OPT serta perlakuan panen yang benar.
Pemangkasan adalah salah satu tindakan pemeliharaan yang sangat penting, yaitu dengan mengurangi bagian dari organ tanaman yang berupa cabang, ranting dan daun. Tindakan pemangkasan ini di harapkan ini harapkan akan mampu memperbaiki kondisi kebun dalam menerima sianar matahari dan sirkulasi udara didalam kebun menjadi lebih baik, sehingga merangsang pertumbuhan bunga dan buah.



II JENIS – JENIS PEMANGKASAN
A.   Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan bentuk dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Memotong cabang primer sehingga tersisa tiga cabang yang tumbuh sehat dan arahnya simetris.
  •  Memotong cabang-cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat dengan jorketnya (40-60 cm)
  • Mengatur cabang-cabang sekunder berikutnya agar jaraknya tidak terlalu rapat.
  •  Memotong cabang-cabang yang tumbuh meninggi, sehingga tanaman kakao hanya 4-5 m.
B.   Pemangkasan Pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan di lakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Mengurangi sebagian daun yang rimbun dengan cara memotong ranting-ranting yang terlaindung dan menaungi.
  •  Memotong cabang yang ujungnya yang masuk kedalam tajuk tanaman.
  •  Mengurangi daun yang mengantung dan menghalangi aliran udara di dalam kebun.

C.   Pemangkasan Produksi

Pemangkasan produksi dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal musim kemarau – awal musim hujan serta pada akhir musim kemarau, yaitu dengan cara sebagai berikut
  •  Memotong cabang yang tumbuh meninggi ( lebih dari 3-4 m).
  •  Memangkas ranting dan daun hingga 25-50 %.


III TUJUAN PEMANGKASAN
Tujuan Pengkasan Adalah :
1.    Meperoleh kerangka dasar ( frame) tanaman kakao yang baik seagai pendukung mahkota tanaman.
2.    Mengatur penyebaran cabang dan ranting serta daun-daun produktif.
3.    Membuang bagian-bagian tanaman yang tidak dikehendaki, misalnya tunas air, cabang yang sakit, mati, patah, saling bergesekan dan lain-lain.
4.    Merangsang tanaman membentuk organ baru yaitu cabang dan ranting, daun yang lebih produktif.
5.    Mengurangi kelembaban kebun untuk mencegah serangan hama dan penyakit.


IV PRINSIP PEMANGKASAN
Prinsip dasar pemangkasan kakao adalah “Memangkas Secara Ringan Tetapi Sering

1.    Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemangkasan:
  •  Memotongan ranting dan cabang yang kecil letaknya rapat ( kira-kira 0.5 cm) dengan cabang induknya.
  •  Pemotongan cabang besar meninggalkan sisa sekitar 5 cm.
  • Tidak melakukan pemangkasan jika tanaman kakao sedang berbunga banyak atau sebagai besar ukuran buahnya masih kecil.

2.    Kriteria  Pemangkasan
Kriteria pemangkasan yang benar dapat di lihat dari beberapa indicator sebagai berikut :
  • Pada siang hari dilantai kebun terdapat becak-becak cahaya matahari tetapi gulma tidak tumbuh lebat, cahaya langsung yang sampai dilantai kebun maksimum sekitar 25 % dari luas areal.
  • Pertumbuhan diameter batang sama antara yang ditanam ditengah dengan yang dipinggir kebun.
  • Suasana didalam terlalu terang atau terlalu gelap.
  • Bunga dan buah tumbuh merata di batang pokok dan cabang-cabangnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar