Minggu, 30 Januari 2011

TEHNIK PEMBUATAN RORAK SEBAGAI MEDIA BAHAN ORGANIK PADA TANAMAN KAKAO DILAHAN BERLERENG




A.   Latar Belakang

Pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan adalah merupakan upaya dasar dan berencana menggunakan dan mengelola sumberdaya secara arif dan bijaksana untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga lahan dan air.
Usahatani tanaman kakao pada lahan berlerang perlu adanya upaya pembuatan rorak dalam menanggulangi bahaya erosi dan memanfaatkan rorak sebagai media penampungan bahan organic seperti seresah, kulit buah kakao dan yang lain yang diharapkan menjadi sumber pupuk organik yang murah dalam menghadapi mahalnya pupuk konvensional, baik pupuk organic maupun anorganik buatan pabrik. Rorak dianjurkan dibuat pada lahan berkemiringan antara 3 % sampai dengan 30 %.



B.   TUJUAN
1.    Mencegah hilangnya tanah lapisan atas, oleh erosi dan aliran permukaan (run off).
2.    Penampung air hujan yang jatuh dan aliran permukaan dari bagian atas, partikel tanah yang tererosi dari bagian atasnya.
3.    Untuk mengembalikan produktivitas lahan, produksi usahatani dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
4.    Untuk menampung bahan organik, sisa-sisa tanaman sebagai sumber unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman di sekitarnya.



 


Rorak merupakan saluran buntu atau bangunan berupa got dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah teras dan sejajar garis kontur yang berfungsi untuk menjebak/ menangkap aliran permukaan dan tanah yang tererosi serta dapat bermanfaat sebagai media penampungan bahan organik, sebagai sumber hara bagi tanaman di sekitarnya.

A.   Standar pembuatan rorak
1.    Lahan berupa lahan kering, dan dalam 1 Ha, dapat di bangun 30 unit.
2.    Panjang rorak 1m sampai 5 m dan lebar 0.3 m sampai 0.5 m.
3.   



Kemiringan lahan antara 3 % sampai 30% untuk menjamin kebersihan.
4.    Lahan peka terhadap erosi.
5.    Ketinggian tempat kurang dari 1.500 m dpl. Dimana masih memungkinkan tanaman dapat di usahakan.
6.    Lahan masih diusahakan oleh petani tetapi produktifitasnya telah mengalami degradasi/penurunan.


B.   Cara pembuatan
1.    Bersihkan lahan dari semak dan gulma.
2. 
Lakukan pengukuran pada bidang olah sesuai kountor, dengan ondol-ondol dan pasang ajir pada ketinggian yang sama.
3.    Tentukan letak rorak yang akan dibuat sesuai ajir yang telah dipasang.
4.    Ukur panjang, lebar rorak sesuai dengan keadaan lahan dan tanaman supaya tidak menganggu pertumbuhan tanaman biasanya panjang 1 m sampai 5 m, lebar 0.3 m membentuk huruf U menghaadap lereng.
5.    Gali rorak dengan kedalaman 0.3 m sampai 0.5 m dan tanah galian di atur membentuk bedengan dengan ketinggian 0.2 m dan lebar 0.3 m membentuk huruf U menghadap lereng.
6.    Ulangi cara pembuatan rorak tersebut pada tempat lain sesuai ajir yang telah di pasang.
7.    Jarak vertical rorak satu dengan kedua antara 10 m sampai 15 m.
8.    Lakukan perawatan berkala supaya rorak tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

C.   Pengeturan Rorak Pada Lahan Berlereng

1.    Gambar posisi rorak

2.   



Gambar rorak di lahan berlereng
3.    Gambar rorak yang sudah jadi


D.   Menggunakan Rorak Sebagai Media Penampung Bahan Organic.

Untuk tetap menjaga kesuburan tanah, tanah perlu di pupuk dan salah satu yang murah dan mudah di laksanakan oleh petani adalah dengan mengembalikan kulit buah kakao ke dalam rorak dengan cara:
1.    masukan kulit buah kakao setinggi 2/3  kedalaman rorak.
2.    Campur EM4 dan air sesuai dosis, dan siramkan pada kulit buah kakao di dalam rorak.
3.    Tutup dengan plastic putih dalam tanah setebal 5 cm – 10 cm.
4.    4 mg- 6mg bahan organik tersebut jadi kompos .




<<<<<Selamat mencoba >>>



Tidak ada komentar:

Posting Komentar